Berita

Apa Itu Airborne Disease? Bisakah Coronavirus Menular Dengan Itu?

airborne disease - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id
image source: healthline

YOEXPLORE, Tour Operator – Sahabat explorer, setiap harinya di Indonesia kasus infeksi Covid-19 terus meningkat, orang yang terinfeksi sudah menyentuh angka 800 lebih, sahabat explorer. Hal ini memang harus menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan tentunya pemerintah. Anjuran untuk beraktivitas di rumah sudah semakin terlihat merata, namun memang masih ada yang harus bekerja keluar rumah seperti petugas medis dan juga toko-toko obat. Sekarang, banyak orang yang mencari tentang airborne atau airborne disease pada mesin pencarian. 

Airborne Disease

Apa sih sebenarnya airborne disease itu? Dikutip dari healthline, airborne atau airborne disease adalah penyakit yang menyebar lewat udara. Akibatnya, orang bisa sakit hanya dengan menghirup udara yang sudah tercemar oleh virus atau bakteri tersebut, sahabat explorer

Airborne disease dapat menyebar ketika ada pasien yang menunjukkan gejala infeksi berupa batuk, bersin, atau bahkan sekadar bicara saja, sahabat explorer. Gejala tersebut mengakibatkan cairan pada tenggorokan dan saluran pernapasan muncrat ke udara. Beberapa kelompok virus atau bakteri bisa menggantung di udara, sahabat explorer. Kemudian bisa terbawa oleh angin dan mendarat di orang lain. Patogen tersebut masuk ke dalam tubuh melalui udara yang terhirup atau menyentuh sembarang permukaan. Tangan yang digunakan untuk menyentuh permukaan kemudian memegang mata, hidung atau mulut tanpa dicuci terlebih dahulu. Hal tersebut memang terkadang sering kita lakukan tanpa sadar, sahabat explorer

Penyebaran kelompok airborne disease yang menyebar di udara memang sulit untuk dikontrol. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui upaya pencegahan yang tepat sehingga tidak mudah untuk terinfeksi. 

Baca Juga: Apa Benar Obat Flu Avigan Dari Jepang Efektif Atasi Corona?

Beberapa Jenis Airborne Disease

1. Covid- 19 (?)

Wabah pandemi global virus corona atau Coronavirus memang masih terus terjadi sejak ditemukan pada akhir 2019 dan juga awal 2020. Informasi mengenai Coronavirus yang menyebabkan Covid-19 ini terus di-update bergantung dari hasil riset terkini oleh para ahli. Gejala awal virus corona adalah demam, batuk, napas pendek, dan juga secara umum merasa tidak enak badan. Kemungkinan Coronavirus ditularkan secara airborne masih diteliti, hingga saat ini BELUM ADA BUKTI KUAT yang memastikan hal tersebut, sahabat explorer

2. Flu

Hampir semua orang pasti pernah mengalami flu atau Influenza selama beberapa kali dalam masa hidupnya. Daya tular penyakit yang satu ini cukup tinggi, sahabat explorer sampai 5-7 hari setelah munculnya gejala pertama. Virus memiliki banyak strain penyebab flu yang berubah terus setiap saat. Hal inilah yang menyulitkan tubuh membangun sistem imun menghadapi flu. 

3. Cacar Air

Penyakit cacar air ini disebabkan oleh virus yang bernama varicella-zoster. Cacar air dapat menular satu hingga dua hari sebelum gejala awal terlihat berupa kulit yang kemerahan. Virus butuh waktu sekitar 21 hari hingga akhirnya menyebabkan penyakit. Biasanya seseorang hanya akan mengalami cacar air sekali seumur hidupnya, sahabat explorer

4. Mumps Atau Gondongan

Mumps atau yang dikenal juga sebagai parotitis, yaitu sebuah penyakit akibat virus yang menyerang kelenjar ludah (parotis gland) antara rahang dan juga telinga. Serangan virus ini mengakibatkan peradangan dan pembengkakan di pipi belakang bagian bawah atau di leher atas. Mumps biasanya ditemukan di wilayah yang kebersihannya yang kurang baik. Dengan demikian, kita harus terus menjaga kebersihan ya, sahabat explorer!

5. TB atau Tuberkulosis

Penyakit TB merupakan contoh airborne disease yang lainnya. Bakteri TB tidak mudah menyebar kecuali jika ada kontak dalam jarak dekat. Sering kontak dengan pasien TB meningkatkan risiko tertular penyakit cukup tinggi, sahabat explorer. Seseorang bisa tertular TB tanpa harus ikut sakit atau menularkannya kepada orang lain.

Apa Airborne Disease Bisa Dicegah?

Memang kita tidak mungkin bisa bebas dari penyakit-penyakit airborne disease secara 100 persen, sahabat explorer. Namun ada upaya pencegahan yang terbukti efektif dalam menurunkan risiko terinfeksi airborne disease. Kira-kira ada apa saja? Berikut adalah langkah-langkahnya:

 

  1. Menghindari kontak dengan orang yang memiliki gejala atau pasien yang sedang sakit airborne disease.
  2. #dirumahaja saat sedang sakit dan juga jangan berdekatan dengan orang yang memiliki daya imun yang lemah.
  3. Gunakan masker untuk mengurangi risiko penularan.
  4. Tutup mulut saat bersin menggunakan tisu atau suku bagian dalam untuk menekan risiko menularkan
  5. Jangan menyentuh wajah sendiri sebelum mencuci tangan dengan sabun
  6. Vaksin apabila sudah tersedia. Penyakit airborne disease yang sudah memiliki vaksin antara lain difteri, influenza, dan MMR.

Sahabat explorer, dengan itu kita juga harus sadar bagaimana pentingnya untuk menerapkan social distancing agar terhindar juga dari airborne disease terutama sekarang ini. Semoga kita tetap diberi kesehatan, stay safe dan have a good day, explorer!

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar