Berita

Apa Itu Herd Immunity? Bisa Mencegah Coronavirus?

herd immunity - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id
image source: theatlantic

YOEXPLORE, Tour Operator – Sahabat explorer, penyebaran coronavirus atau Covid-19 yang sudah hampir mencapai seluruh negara di dunia ini memang sudah menyebabkan kewaspadaan yang luar biasa. Virus yang berasal dari Wuhan, China ini memang memiliki tingkat penyebaran yang cukup tinggi. Oleh karena itu kita harus selalu siap dan memiliki langkah preventif seperti memakai masker, rajin cuci tangan dan juga menerapkan social distancing untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Namun, apakah kamu pernah mendengar yang namanya Herd Immunity, sahabat explorer

Herd Immunity

Beberapa negara sudah menetapkan status lockdown untuk mencegah penyebaran virus ini lebih lanjut, namun ada juga yang menerapkan sistem Herd Immunity ini, sahabat explorer. Namun, apakah cara tersebut mampu menekan angka penularan Covid-19? Saat banyak orang pada suatu komunitas atau masyarakat yang telah mendapat vaksin terhadap suatu penyakit, ini membuat penyakit tersebut lebih sulit menyebar ke individu yang rentan dan juga belum mendapat vaksinasi. Kondisi inilah yang dikenal sebagai herd immunity atau kekebalan kelompok. Demikian seperti dilansir oleh The Independent.  

Untuk mempermudah memahaminya, The Vaccine Knowledge Project menggunakan salah satu analogi, yaitu terhadap kasus campak. 

“Jika seseorang dengan campak dikelilingi oleh orang-orang yang divaksinasi campak, penyakit tersebut tidak mudah ditularkan kepada siapa pun, dan penyakit itu akan segera hilang kembali” kata perwakilan dari organisasi tersebut. 

Hal itu yang disebut dengan herd immunity atau kekebalan kelompok atau kekebalan komunitas. Herd immunity juga memberikan perlindungan kepada orang-orang yang rentan seperti bayi yang baru lahir, orang tua, dan juga mereka yang terlalu sakit untuk divaksinasi. Namun, organisasi ini menekankan bahwa kekebalan kelompok hanya dapat berfungsi jika mayoritas populasi telah divaksinasi terhadap suatu kondisi tertentu.  Mereka juga menambahkan bahwa herd immunity ini tidak melindungi tubuh dari semua penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. 

“Tidak seperti vaksinasi, kekebalan kawanan tidak dapat memberikan tingkat perlindungan individu yang tinggi. Jadi, itu bukanlah alternatif yang baik untuk mendapatkan vaksinasi” kata The Vaccine Knowledge Project. 

Professor Mark Woolhouse, yang merupakan profesor di bidang epidemiologi penyakit menular University Of Edinburgh, mengatakan bahwa konsep kekebalan komunitas atau Herd Immunity adalah dasar dari semua program vaksinasi. Namun, hal tersebut juga bisa terjadi secara alami. Virus itu juga tidak dapat menyebabkan epidemi pada sebuah populasi. “Itu tidak berarti tidak akan bisa menyebar karena masih ada beberapa orang yang rentan, tetapi itu tidak meluasdan menyebabkan epidemi” kata profesor tersebut. 

Profesor Paul Hunter, yang merupakan seorang profesor kedokteran di Universitas East Anglia juga menambahkan herd immunity adalah “indikasi proporsi orang yang kebal dalam suatu populasi”. “Hubungan proporsi orang yang kebal yang Anda butuhkan untuk mencegah epidemi bervariasi dari infeksi ke infeksi”, jelasnya. 

Baca Juga: Studi Terbaru: Mendadak Tidak Bisa Mencium Bau Merupakan Gejala Baru Virus Corona

Makna Lain Herd Immunity

Menurut sebuah makalah 2011 yang pernah diterbitkan dalam jurnal medis Clinical Infectious Diseases, walaupun istilah herd immunity banyak digunakan, hal ini bisa membawa makna yang berbeda. Akademisi dari London School of Hygiene and Tropical Medicine menulis, walau beberapa penulis menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan proporsi individu dalam suatu perkumpulan atau komunitas yang kebal terhadap suatu kondisi, yang lain menggunakannya juga dalam referensi untuk “proporsi ambang tertentu dari individu imun yang seharusnya menyebabkan penurunan kejadian infeksi”. 

Walaupun demikian, manajer dari The Vaccine Knowledge Project, Tania Thomas, menjelaskan bahwa prospek mengembangkan kekebalan tubuh terhadap suatu kondisi melalui infeksi, dibanding melalui vaksinasi akan lebih berbahaya. Hal ini membuat orang mengembangkan komplikasi dari sebuah penyakit. 

Bagaimana Herd Community Dengan Covid-19?

Pada kasus virus coronavirus atau Covid-19, sampai saat ini memang belum berhasil ditemukan vaksin atau obat yang dapat menangkal penyebaran dan juga penyembuhannya. Maka Herd Immunity hanya dapat dijalankan dengan cara yang alami yaitu dengan cara pemulihan pasien yang sudah terinfeksi coronavirus. Cara alamiah yang dimaksud adalah dengan membiarkan Covid-19 menginfeksi sebagian besar orang yang berada di beberapa wilayah. Dengan banyaknya yang terinfeksi kemudian akan menciptakan sebuah Herd Immunity

 

Memilih dan menggunakan cara alami penciptaan Herd Immunity pada penanganan virus Covid-19 ini sebenarnya tidak disarankan untuk menjadi pilihan yang utama. Hal ini dikarenakan tingkat infeksi yang sangat cepat di seluruh dunia sampai dapat mengakibatkan kematian. Maka, cara tersebut justru bisa membahayakan bagi lingkungan. Masih ada upaya lain yang bisa diterapkan untuk dapat menahan penyebaran virus Covid-19, yaitu dengan membatasi kontak orang-ke-orang dan juga mendesak masyarakat untuk mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi diri mereka sendiri dan juga orang lain atau yang dikenal dengan istilah Social Distancing atau Physical Distancing.

Sahabat explorer, itulah singkatnya mengenai apa itu herd immunity dan juga bagaimana hubungannya dengan coronavirus atau Covid-19 yang sedang kita hadapi bersama-sama ini. Mari berdoa untuk kesembuhan bagi para pasien dan juga semoga virus ini dengan cepat hilang dari negeri kita tercinta. Tetap #dirumahaja , stay safe, dan have a good day, explorer!

 

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar