Berita Sulawesi

Tsunami di Indonesia: Gempa Besar di Palu dan Donggala

Tsunami di Indonesia
Information from Meteorology and Geophysics agency trough BMKG App

YOEXPLORE.co.id- Dikutip dariKompas.com, gempa besar berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September 2018 pukul 17.02 waktu setempat. Gempa besar ini kemudian disusul dengan tsunami dengan tinggi antara 1,5- 3 meter dan menerjang beberapa daerah di palu dan sekitarnya. Ini merupakan tsunami di indonesia yang  ketiga kalinya setelah tsunami besar di Aceh pada tahun 2004. Tsunami di Indonesia riskan terjadi karena posisi Indonesia yang berada di “Jalur Cincin Api”. Jalur Cincin Api merupakan sebuah jajaran gunung-gunung  api dan lempeng yang berada di Sirkum Pasifik. Tsunami di Palu sendiri terjadi karena pergerakan lempeng Palu-Koro.

Sebelum gempa besar yang memicu tsunami Palu, terjadi sebuah gempa sekitar tiga puluh menit sebelumnya dengan amplitudo 6,1 skala Ricther yang mengguncang Sulawesi Tengah. Gempa ini menyebabkan korban meninggal dan luka-luka serta banyak bangunan roboh. Kemudian terjadi gempa dengan keuatan 7,7 skala richter yang mennyebabkan terjadi Tsunami di Palu, Donggala, dan beberapa desa di sekitarnya. Tinggi tsunami mencapai 3 meter dan  ada sebuah kapal yang terbawa hingga ke daratan, seperti yang diberitakan oleh CBS. Hingga pagi ini, masih terjadi gempa susulan di Palu dan sekitarnya. Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah korban secara pasti.

Kami dari Yoexplore mendoakan yang terbaik semua saudara kami di Sulawesi. Kami ucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya bagi mereka yang kehilangan sanak saudaranya dalam bencana ini. Kami berharap bantuan dapat segera disalurkan dan pemulihan dapat dilakukan denga cepat sehingga kehidupan dapat berjalan dengan normal kembali.

Selamat dari Tsunami di Indonesia: Panduan Singkat

Agar bisa selamat dari tsunami di Indonesia atau dimanapun di dunia, bukan hanya tentang apa yang sahabat explorer lakukan setelah gempa dan peringatan tsunami dikeluarkan. Hal ini dimulai saat menjejakkan kaki di tempat tersebut untuk pertama kalinya. Hal pertama adalah mengenali daerah tersebut. Perhatikan lingkungan di sekitar. Perhatikan juga apakah ada rute evakuasi tsunami? Tanda yang memuat rute ini biasaya ada di sepanjang jalan sekitar pantai dan tempat-tempat strategis lainnya.

Apabila terjadi gempa besar, sahabat explorer harus menyelamatkan diri dan jangan panik. setelah gempa berakhir, perhatikan tanda-tanda ini: air laut surut dan terdengar suara gemuruh dari kejauhan Apabila muncul kedua tanda ini, bersiaplah untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. semakin cepan mengungsi akan semakin baik. Perhatikan juga untuk mengutamakan keselamatan nyawa kita dan jangan pikirkan barang bawaan dulu ya sahabat explorer.

Tsunami merupakan serentetan gelombang, jadi sebaiknya jangan bergegas turun dari area aman setelah gelombang pertama surut. Meskipun tsunami pertama surut, kemungkinan akan ada gelombang lainnya yang menyusul. Harus diingat juga bahwa gelombang pertama belum tentu yang paling besar, jadi tinggal di tempat yang aman untuk sementara waktu adalah hal terbaik untuk dilakukan. Apabila terlambat mengungsi dan sudah terkepung air, segera pegangi benda-benda yang bisa membawa sobat explorer mengapung. Dengan mengapung di permukaan air, para penyelamat akan lebih mudah untuk menemukan.

Baca juga: Sedang Trekking Hutan? Perhatikan Tips Berikut ini

Tentang penulis

Ketut Cakra

Ketut Cakra

Hi, para sahabat explorer! Saya adalah Account Executive di YoExplore, bertanggung jawab untuk membangun kemitraan dengan mitra YoExplore, baik Merchant maupun Agen. Saya tinggal di Bali, so, kamu bakalan banyak membaca tulisan saya tentang Bali dan tempat-tempat asyik lainnya di Bali! Selamat membaca!

Tinggalkan komentar