Bali Seni dan Budaya

Mengenal Kain Tradisional Bali yang Cantik

Yoexplore.co.id- Bali, Sobat explorer, tahu kan kalau Indonesia memiliki banyak sekali keunikan. Gak cuma keindahan alamnya yang memukau, budaya yang beraneka ragam juga merupakan daya tarik tersendiri lho. Tidak hanya kesenian seperti tari ataupun musik, kain tradisional juga merupakan kekayaan budaya yang tidak ternilai harganya. Nah kali ini Yoexplore mau mengenalkan kain tradisional Bali pada sobat explorer.

Kain Degdeg

Kain Degdeg (huruf e dibaca seperti kata “sehat”) adalah kain tradisional Bali yang dibuat dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kain Degdeg merupakan kain polos tanpa motif. Pembuatan Kain Degdeg tidak memakan waktu yang lama karena tidak bermotif. Karena tanpa perlu penyesuaian motif, penenun akan menggerakkan alat tenun dengan sangat cepat dan alat tenun akan mengeluarkan suara “deg..deg..deg..” berulang dengan cepat. Karena suara itulah kain ini disebut dengan Kain Degdeg.

Kain tradisional Bali- Seseh

kain tradisional bali

Kain seseh yang diaplikasikan pada tas laptop

Kalau tadi sobat explorer sudah kenalan sama yang polos, sekarang saatnya kita kenalan sama yang bermotif. Kain Seseh (huruf e dibaca seperti pada kata “sehat”), adalah kain tradisional Bali yang juga dibuat dengan ATBM. Bedanya dengan kain degdeg, Seseh memiliki motif. Motif kain Seseh ini adalah motif abstrak, tidak berpola. Jika Tadi kain Degdeg dinamai berdasarkan suara alat tenunnya, Seseh mendapatkan nama berdasarkan motifnya. Motif kain seseh sangat mirip dengan motif kayu pohon kelapa. Di Bali, kayu pohon kelapa disebut sebagai “Seseh”. Unik kan sobat explorer?

 

Kain Endek

Kain tradisional Bali

Kain Endek

Kain berikutnya yang juga dibuat dengan ATBM adalah Kain Endek (yang ini huruf e dibaca seperti dalam kata “belum”). Meskipun sama-sama dibuat dengan ATBM, kain tradisional Bali ini memakan waktu pengerjaan yang lebih lama karena penenun harus membuat motif pada kain ini. Warna dasar dari kain Endek bisa bermacam-macam, mulai dari warna cerah hingga warna-warna gelap. Pewarnaan Endek bisa menggunakan pewarna sintetis ataupun dengan menggunakan pewarna alami. Warna alami biasanya berwarna lebih gelap jika dibandingkan dengan pewarna sintetis. Pembuatan motif dan pewarnaan dilakukan dengan cara mengikat benang-benang yang akan dijadikan pakan lalu diwarnai, karena itu kain ini juga dikenal dengan nama Kain Ikat Bali. Selain warna yang menarik, kain ini juga memiliki bahan baku yang beraneka ragam, mulai dari benang tradisional yang dibuat dari kapas dan dipintal secara tradisional hingga menggunakan benang sutra. Sobat explorer bisa lho melihat pembuatan kain Endek di sini.

Kain Songket

Kain tradisional Bali

Kain Songket Bali

Mungkin sobat explorer pernah mendengar nama Kain Songket ya. Kain songket tidak hanya ada di Palembang dan Sumatera Barat saja lho, Bali pun memiliki kain Songket hampir di semua kabupaten. Berbeda dengan kain yang kita bahas sebelumnya yang dibuat dengan ATBM, Kain Songket dibuat dengan alat tenun tradisional yang disebut dengan alat tenun Cagcag. Sebelumnya alat tenun Cagcag ini digunakan untuk membuat semua kain tradisional Bali, tapi sejak masuknya ATBM, Cagcag lebih banyak digunakan untuk membuat Kain Songket. Jika di daerah lain Songket selalu menggunakan benang emas atau perak, Songket Bali lebih bervariasi. Benang berwarna juga digunakan untuk membuat motif pada tenunan songket ini. Kain Songket harganya cukup mahal lho sobat explorer, tergantung dari kerapatan motif benang emas dan benang berwarna yang terdapat pada kain tersebut. Kain ini juga tidak bisa dicuci dengan cara biasa, karena dapat merusak pola benang emas yang ada di permukaan kain.

Kain Prada

Kain tradisional Bali

Penari dengan kostum dari Kain Prada

Kalau mendengarkan kata Prada, mungkin sobat explorer berpikir tentang brand fashion ternama ya, hehehe. Kain Prada adalah kain tradisional Bali yang memiliki motif lukisan dengan menggunakan cat emas. Dasar dari Kain Prada bisa berupa kain polos ataupun kain bermotif seperti Seseh ataupun Endek. Sama seperti Songket, kain ini tidak bisa dicuci. Jika terendam air, maka cat emas bisa terlepas dari kain. Kain Prada biasanya tidak digunakan sehari-hari, namun lebih sering digunakan untuk sarana persembahyangan atau kostum tari.

Nah gimana sobat explorer? Menarik kan berkenalan dengan kain-kain tradisional Bali? Kalau sobat explorer main ke Bali, jangan lupa untuk mampir ke pasar tradisional untuk melihat kain-kain unik ini ya.

Baca juga: Bosan di Denpasar? Langsung ke Singaraja Aja!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang penulis

Ketut Cakra

Ketut Cakra

Hi, para sahabat explorer! Saya adalah Account Executive di YoExplore, bertanggung jawab untuk membangun kemitraan dengan mitra YoExplore, baik Merchant maupun Agen. Saya tinggal di Bali, so, kamu bakalan banyak membaca tulisan saya tentang Bali dan tempat-tempat asyik lainnya di Bali! Selamat membaca!

Tinggalkan komentar