Destinasi Jakarta Wisata Dan Belajar

Belajar membuat layang-layang di Museum? Datanglah ke Museum Layang – Layang !

Museum Layang-Layang - YOEXPLORE.co.id
Koleksi Museum Layang-Layang

YOEXPLORE.co.id – Halo Sahabat Explorer, saat liburan panjang seperti ini, tentu mesti punya banyak ide mengatur destinasi wisata bagi putra putri tercinta. Pergi ke mall? Paling kegiatannya itu lagi,  menghabiskan uang di tempat bermain. Pergi ke luar kota? Perlu biaya besar belum lagi mesti menghadapi macet yang panjang. Pergi ke museum ? Nah kali ini saya akan bercerita pengalaman ke museum yang berbeda yang bisa Sahabat Explorer kunjungi bersama anak-anak. Pernah dengar Museum Layang-Layang ?

Museum Layang Layang untuk Wisata Edukasi

Minggu kemarin saya berkesempatan untuk mengunjungi museum yang unik di Jakarta Selatan. Sebagai warga yang tinggal di selatan Jakarta, terus terang saya baru tahu ada museum bernama Museum Layang-Layang padahal saya cukup sering melewati kawasan Pondok Labu.  Menurut info yang saya dapat di sana kita bisa melihat aneka jenis layang-layang dan kemudian diakhiri dengan belajar membuat permainan ini. Wah sudah lama sekali saya tidak bermain layang-layang. Tiba-tiba saya ingin bernostalgia masa kecil dulu.

Museum Layang-Layang - YOEXPLORE.co.id

Halaman Museum Layang-Layang

Maka dipenuhi rasa keingintahuan, siang itu meluncurlah saya bersama satu keluarga dari Bangladesh ke area Pondok Labu. Untuk mencapai museum ini sebenarnya mudah, letaknya tidak jauh dari Rumah Sakit Fatmawati. Menyusuri jalan Fatmawati menuju ke arah Pondok Labu, setelah Mall One Bellpark, di sebelah kanan ada jalan kecil bernama Haji Kamang. Tidak sulit untuk menemukan jalan ini karena ada papan bertulis “Museum Layang-Layang”. Tidak jauh dari papan tadi di sebelah kanan sampailah kita di Museum yang gedungnya bernuansa Jawa.

Baca juga: Siapa Bilang Jakarta Ga Seru?

Penghargaan MURI untuk Museum Layang-Layang

Museum Layang-layang ternyata pernah mendapat penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk pemecahan rekor pemrakarsa dan penyelenggara pembuatan layang-layang berbentuk berlian terbesar pada 2011 serta penghargaan kepariwisataan Indonesia pada 2004, yang diberikan oleh Mentri Pariwisata saat itu. Museum yang terletak di Jalan Haji Kamang Nomor 38 di area Pondok Labu ini, mempunyai sekitar 600 koleksi dari layang-layang ukuran mini, ukuran biasa,  ukuran besar, layang-layang dua dimensi dan tiga dimensi. Ukuran layang-layang terbesar yang dipamerkan adalah 9 x 26 meter. Museum layang-layang pertama di Indonesia ini tidak hanya memamerkan aneka layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan, Bali, tapi juga koleksi layang-layang dari negara lain seperti Malaysia, Cina, Jepang, Korea, Italia, hingga Belanda.

Museum Layang-Layang - YOEXPLORE.co.id

Koleksi Museum Layang-Layang

Aktivitas Wisata di Museum Layang-Layang

Suasana Museum Layang-Layang tampak nyaman dan asri. Harga tiket masuk Rp. 15.000 untuk semua umur. Dengan uang sejumlah ini kita bisa melihat koleksi ratusan layang-layang, belajar membuat layang-layang dan membawa pulang layang-layang yang kita buat. Tour dimulai dari menonton film tentang sejarah layang-layang selama lima belas menit. Dari audiovisual, saya jadi tahu tradisi layang-layang tumbuh di masyarakat agraris. Ternyata layang-layang bukan hanya mainan anak-anak saja yang biasanya dimainkan di musim pancaroba. Di beberapa budaya di Nusantara, layang-layang juga merupakan bagian dari acara ritual yang terkait dengan pertanian, seperti masyarakat Bali dan Sulawesi. Layang-layang, pertama kali dikenal di Indonesia tepatnya di Pulau Muna Sulawesi Tenggara. Saat itu layang-layang dibuat dari daun-daun kering yang dijahit dengan bambu.

Museum Layang-Layang - YOEXPLORE.co.id

Selain bisa belajar membuat layang-layang, kita juga bisa mewarnai

Hal yang paling menarik dari Museum Layang-Layang adalah di akhir tour pengunjung bisa belajar membuat layang-layang atau sekedar mewarnai layang-layang bagi anak-anak kecil. Sambil lesehan di Pendopo di depan museum, pengunjung akan dipandu pengajar membuat layang-layang. Cara membuat layang-layang ternyata cukup mudah, bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain kertas minyak, benang halus, benang untuk menerbangkan layang-layang, gunting, dan lem. Setelah layang-layang selesai dibuat, anak-anak kecil dengan riang berlarian di halaman memainkan layang-layang yang dibuat dengan tangan sendiri. Saya melihat museum ini cocok untuk keluarga karena anak-anak terlihat senang memainkan layang-layang buatan sendiri.

Museum Layang-Layang - YOEXPLORE.co.id

Anak-anak kecil berlarian menerbangkan layang-layang

Tips Mengunjungi Museum Layang-Layang

Sekedar tips untuk Sahabat Explorer yang ingin berkunjung ke Museum Layang-Layang, karena tidak ada kantin di dalam museum, sebaiknya anak-anak dibawakan makanan atau sudah makan sebelumnya. Selain belajar membuat layang-layang, kalau Sahabat Explorer tertarik membuat keramik, membuat batik, membuat wayang dan program lain yang ditawarkan museum ini, bisa ikut kelas di area Museum ini dengan membeli tiket yang sesuai. Tetapi lebih baik kontak dulu petugas Museum di nomor ini : 021-7658075 / 021-7505112. Alternatif lain, kamu bisa hubungi YoExplore juga loh untuk mengatur kunjungan kamu ke Museum ini. Bagaimana Sahabat Explorer, tertarik untuk bermain layang-layang sekeluarga di Museum Layang-Layang?

 

Tentang penulis

Sari Musdar

Sari Musdar

Hai, Saya adalah Training Specialiast YOEXPLORE, bertanggung jawab dalam mengembangkan dan menyampaikan modul pelatihan untuk komunitas YOEXPLORE. Saya memiliki kualifikasi sebagai pelatih tersertifikasi Google, praktisi di bidang SDM, pelatih kewirausahaan untuk UMKM, dan penulis 3 buku laris, diantaranya "Cinderella In Paris" dan "Panduan Hemat Keliling Amsterdam, Brussel, Paris, Luxemburg, & Trier"

Tinggalkan komentar

1 Komentar