Nusa Tenggara Timur

Goa Batu Cermin, Destinasi Yang Wajib Dikunjungi Saat Di Labuan Bajo!

Goa Batu Cermin - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id
image source: okezone

YOEXPLORE, Tour Operator – Sahabat explorer, siapa sih yang tidak terkesima dengan pesona Labuan Bajo? Salah satu destinasi wisata yang ada di wilayah NTT ini memang sangat mengesankan siapa pun yang pernah datang mengunjunginya. Labuan Bajo memiliki panorama pantai dan juga lautan yang sangat cantik, sahabat explorer. Selain itu, pesona Pulau Komodo dengan hewan Komodo yang menjadi daya tarik bagi para turis juga tidak kalah cantik, sahabat explorer. Namun ternyata, keindahan Labuan Bajo tidak terletak pada Pulau Komodo dan panorama pantainya saja, sahabat explorer, ada sebuah Goa yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Namanya adalah Goa Batu Cermin Labuan Bajo. 

Baca Juga: Persiapan Untuk Liburan Ke Korea Selatan!

Goa Batu Cermin

Goa Batu Cermin merupakan goa alam yang terletak kurang lebih empat kilometer dari Labuan Bajo. Bagian dalam goa dengan ukuran panjang 200 meter yang memiliki banyak lorong ini dipenuhi dengan aneka rupa stalagtit dan stalagmit dengan kondisi terpelihara dengan sangat baik, sahabat explorer. Biasanya pada siang hari lokasi wisata yang satu ini ramai dikunjungi oleh para wisatawan, dengan berjalan kaki dari depan sampai menuju bibir goa kurang lebih 400 meter. Kalian akan melalui jalan setapak yang sudah di aspal dengan pepohonan bambu berada di pinggirnya. 

Yang unik dari Goa Batu Cermin ini, di sejumlah bagian dalam goa tersebut menempel fosil terumbu karang dan juga biota laut yang sudah membatu, fosil penyu adalah salah satunya, sahabat explorer. Fakta ini membuktikan bahwa Goa Batu Cermin di masa lampau merupakan bagian dari sebuah palung laut.

Ditemukan Oleh Orang Belanda

Gua Batu Cermin Labuan Bajo ini ditemukan pada tahun 1951 oleh Theodore Verhoven, seorang pastor Belanda yang sekaligus juga sebagai seorang arkeolog yang sedang berkunjung ke Labuan Bajo. Melalui penelitian yang dia lakukan, kita juga bisa tahu bahwa goa ini termasuk salah satu fenomena permukaan laut yang terangkat ke sebuah daratan. Waw, luar biasa sekali ya, sahabat explorer!

Untuk mengetahui apa yang disimpulkan oleh Verhoven, maka kalian akan dipandu masuk ke dalam goa yang memiliki panjang 200 meter ini, sahabat explorer. Memasuki goa, tubuh kalian akan diapit oleh tebing yang menjulang tinggi dan juga diterpa oleh sedikit sinar matahari. Semakin dalam memasuki goa, udara juga semakin sejuk dan semakin sedikit cahaya yang diperoleh, sahabat explorer

Verhoven memberikan kesimpulan bahwa goa ini dahulunya berada di bawah laut berdasarkan temuan koral dan juga fosil satwa laut yang menempel di dinding goa. Yang paling terlihat adalah sebuah fosil kura-kura yang ada di dinding goa. Kalau kalian  penasaran untuk melihat apa yang dikatakan Verhoven, kalian harus memasuki lubang yang cukup dimasuki oleh satu orang dan tidak bisa berpapasan. Sebelum memasuki goa, kalian akan dibekali senter oleh pemandu wisata karena Goa Batu Cermin ini sangat gelap, sahabat explorer. Selain sempit, untuk masuk ke dalam goa, kalian harus menunduk, bila perlu merangkak karena stalaktit yang berada di atas goa membuat ruang gerak kalian akan terbatas, sahabat explorer

Banyak Ditemukan Fosil

Melihat fosil kura-kura di dinding goa tersebut, kalian harus berjalan sejauh sekitar 20 meter dan sudah tentu karena sempit, udara terbatas, napas pun akan terdengar ngos-ngosan. Untuk itu, wisatawan yang memasuki goa harus dibatasi, misalnya 10 orang sekali masuk dan yang lainnya menunggu terlebih dahulu di luar. Menunggu pun tidak terlalu lama, hanya 30 menit saja, sahabat explorer.

Kesimpulan ini juga diperkuat lagi oleh fenomena yang begitu menarik dimana cahaya matahari yang masuk ke celah bebatuan memberikan kesan mengkilap layaknya cermin.adi jangan lupa bawa kamera kalian ya untuk menangkap momen indah tersebut. Fenomena ini didapatkan dari partikel garam yang terkandung didalam bebatuan. Dengan demikian membuatnya nampak berkilau saat terkena cahaya. Fenomena yang satu ini bisa didapatkan di kedalaman 20 meter yang ada di area sempit di dalam goa dan hanya bisa dilihat saat siang hari saja, sahabat explorer

Sinar matahari yang masuk ke goa tersebut akan melewati  dinding-dinding goa, kemudian memantulkan cahayanya di dinding batu dan  merefleksikan cahaya kecil ke areal lain di dalam goa sehingga terlihat seperti cermin. Stalagtit dan stalagmit dalam goa terlihat berkilauan saat disinari dengan cahaya senter maupun cahaya matahari. Kilauan tersebut disebabkan oleh kandungan garam di dalam air yang mengalir pada saat turun hujan. Hal inilah yang membuat masyarakat sekitar menyebut goa ini dengan Goa Batu Cermin.

Pesan Paket Di YoExplore!

Sahabat explorer, itulah sekilas mengenai Goa Batu Cermin, Labuan Bajo yang bisa YoExplore bisa infokan kepada kalian. Bagi kalian yang tertarik, kalian bisa memesan paket Tour 3D2N Komodo Island Tour. Untuk informasi lengkapnya silahkan klik tautan tersebut, ya, sahabat explorer. Semoga artikel ini bermanfaat dan seperti biasa jangan lupa untuk menceritakan pengalaman unik traveling kalian di kolom komentar atau Guest Post YoExplore. Sampai bertemu lagi di tulisan berikutnya, selamat berlibur dan have a good day, explorer!

 

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar