Gaya Hidup

Apa Sih Kira-Kira Yang Bisa Menyebabkan Komodo Itu Punah?

komodo punah - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id
image source : newsantara

YOEXPLORE, Liburan Keluarga – Sahabat explorer, Indonesia memiliki beberapa macam satwa khas yang memang merupakan habitat asli Nusantara. Seperti Bekantan, Harimau Sumatera, dan Komodo. Hewan yang namanya disebut terakhir tersebut memang menjadi satwa primadona di Indonesia. Hewan ini terbilang langka dan hanya bisa ditemukan di Indonesia saja, tepatnya di Pulau Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Namun, sayangnya hewan ini juga terancam punah dikarenakan jumlah satwanya yang memang tidak banyak. Predator yang satu ini memang harus sangat diperhatikan habitatnya oleh pemerintah. Oleh karena itu, berbagai macam kebijakan yang dilakukan untuk melestarikan hewan yang satu ini sudah mulai banyak dilakukan. Mulai dari wacana untuk menutup sementara TNK (Taman Nasional Komodo), hingga perubahan-perubahan lainnya. Jika Komodo punah, maka ini bisa menjadi hal yang sangat memalukan dan miris! Hewan yang satu ini soalnya sudah ditetapkan sebagai hewan identitas dari Indonesia bagian timur dan Indonesia secara keseluruhan.

Komodo Punah

Komodo, merupakan sebuah hewan melata atau reptil spesies kadal terbesar di dunia. Memiliki panjang sekitar 2 – 3 meter, dan juga kuku yang panjang dan tajam. Hewan yang satu ini merupakan spesies reptil purba endemik yang hidup semenjak zaman purba. Evolusi komodo dimulai dari Genus Varanus dan berkembang di Asia 25 – 40 juta tahun yang lalu. Komodo juga merupakan kerabat dekat dari Dinosaurus, hal ini disebutkan karena ada beberapa fosil Dinosaurus yang ditemukan menunjukkan kemiripan dengan struktur tubuh Komodo.

Baca Juga : Surga Di Pulau Komodo

Hewan yang satu ini disebut dengan Ora oleh penduduk setempat dan ditemukan pertama kali oleh peneliti barat pada tahun 1910. Mendadak terkenal pada tahun 1911 setelah Peter Ouwens, yang merupakan seorang kurator dari Museum Zoologi, Bogor menerima laporan penemuan satwa ini dari Perwira Belanda J.K.H Van Steyn, yang kemudian diberi nama Varanus Komodensis. Dari penemuan ini, akhirnya banyak orang yang mulai sadar untuk menjaga kelestarian satwa ini. Semenjak itu, penelitian dan ekspedisi tentang komodo terus dilakukan dan menyadari perlunya perlindungan hewan ini dari aktivitas manusia di habitatnya tersebut. Pada tahun 1915, pemerintah Belanda mengeluarkan pelarangan untuk berburu dan membunuh komodo.

Pada tahun 1980, Taman Nasional Komodo akhirnya dibentuk. Taman nasional ini didirikan untuk melindungi komodo dan juga habitatnya di bawah peraturan dan kebijakan dari pemerintah Indonesia. Di sana terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia. Terdiri dari 32 spesies Mamalia, 128 spesies Burung, dan 37 spesies Reptilia. Bersamaan dengan komodo, setidaknya 25 spesies hewan darat dan burung disini juga dilindungi. Hal ini dikarenakan jumlahnya yang terbatas atau terbatasnya penyebaran mereka. Taman Nasional Komodo ini terdiri dari 3 gugusan pulau yang berdekatan, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan juga Pulau Padar dan juga beberapa pulau kecil lainnya. Belakangan ini, ditetapkan juga Cagar Alam Wae Wuul dan Wolo Tado di Pulau Flores untuk membantu pelestarian dari Komodo itu sendiri.

Wah sahabat explorer, ternyata memang hewan yang satu ini sangat berharga ya bagi Indonesia, oleh karena itu, kita sebagai warga Indonesia, juga harus turut ikut serta menjaga kelestariannya. Bagi kalian yang berwisata ke sana, ikuti aturan pemerintah di sana yang berlaku ya sahabat explorer, pokoknya sangat dilarang untuk berburu hewan apapun yang ada di Taman Nasional Komodo. Kalian bisa terjerat hukuman yang berat loh!

Penyebab Komodo Punah

Kita harus mengetahui apa saja kira-kira yang dapat menyebabkan komodo punah. Hewan purba yang satu ini memang sangat perlu untuk diperhatikan habitat dan ekosistem di sekelilingnya. Beberapa faktor komdo punah, yaitu :

1. Penjualan Ilegal di Pasar Gelap

Ini merupakan hal yang dulu sangat sering dilakukan oleh beberapa orang tidak bertanggung jawab. Entah tujuannya apa, namun penjualan hewan ini di pasar gelap terbilang sangat kejam dan mengancam jumlah populasi dari hewan ini sendiri. Mungkin sekarang sudah sangat diawasi dengan ketat, semoga tidak ada lagi terjadi hal yang seperti ini.

2. Pencalonan Pulau Komodo Sebagai 7 Keajaiban Dunia

Mungkin, bagi sebagian orang ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Namun, apabila kalian mengenali hewan yang satu ini lebih dalam, maka pencalonan tersebut juga memiliki dampak yang negatif. Dengan pencalonan itu, maka pemerintah akan mengadakan pembangunan aset wisata besar-besaran di lokasi Taman Nasional Komodo. Mulai dari hotel, restaurant, dan prasarana pelengkap lainnya. Pembangunan ini akan membuat komodo sebagai habitat asli akan terusik dan pada akhirnya akan terpinggirkan oleh aset-aset wisata tadi. Ketika komodo stres dan tidak bisa menahan beban itu, maka hewan yang satu ini akan punah perlahan-lahan.

3. Perburuan Liar Rusa dan Babi dan Pembakaran Liar

Hal yang satu ini sudah jelas berpengaruh, karena rusa dan babi merupakan buruan dari komodo itu sendiri. Pemburu babi liar dan rusa ini seakan tidak mau kalah dengan komodo, tanpa memikirkan keseimbangan ekosistem tersebut. Perubahan lingkungan yang terjadi akibat pembakaran liar juga berdampak buruk bagi kelangsungan komodo itu sendiri. Oleh karena itu, hal ini harus kita pertimbangkan lagi untuk dilakukan.

Sahabat explorer, itulah beberapa alasan penyebab komodo punah yang bisa YoExplore gali dalam artikel kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat, dan seperti biasa jangan lupa untuk ceritakan pengalaman unik traveling kalian di kolom komentar atau Guest Post YoExplore. Kalau mau liburan ke Pulau Komodo, kalian bisa langsung klik tautannya ya!
Sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya, selamat berlibur dan have a good day, explorer!

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar