Gaya Hidup

Suka Naik Gunung? Perhatikan Tips Ini Agar Tidak Hipotermia!

tips agar tidak hipotermia - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id
image source: tribun

YOEXPLORE, Liburan Keluarga – Hipotermia, mungkin ini adalah kata-kata yang cukup menegangkan dikalangan para pendaki sahabat explorer. Singkatnya, Hipotermia adalah kondisi suhu tubuh kita yang menurun hingga di bawah 35 derajat celcius. Tentunya ini bisa terjadi jika kalian memang hobi mendaki gunung. Cuaca di gunung itu memang tidak bisa diprediksi, namun bisa dipastikan memang sangat dingin sahabat explorer. Dengan demikian ada beberapa tips agar tidak Hipotermia yang akan YoExplore berikan kepada kalian ini. Bagi para anak gunung atau yang memang baru pertama kali naik gunung, maka wajib untuk membaca artikel ini. Memang naik gunung itu menyenangkan, tapi kalian harus aware dengan kondisi-kondisi yang ada di gunung. Apabila misalnya turun kabut, hujan atau kemarau sekalipun tentu ada beberapa perbedaan yang harus diperhatikan. 

Tips Agar Tidak Hipotermia

Di Indonesia, gunung itu melimpah sahabat explorer. Dari Sabang sampai Merauke, tanah kita ini dipenuhi dengan gunung-gunung. Kalian bisa menjajal tantangan di tiap gunung, namun persiapan untuk menghindari Hipotermia ini tetap sama. Walaupun merasa kalian bisa menghadapinya, namun tidak ada salahnya juga untuk membawa perlengkapan yang salah satunya akan kita bahas di bawah ini sahabat explorer. Baiklah kalau begitu, langsung kita simak saja ulasannya yuk!

Baca Juga: Tips Menurunkan Berat Badan Yang Sehat!

1. Mendaki Saat Tubuh Dalam Kondisi Fit

Tips agar tidak hipotermia saat mendaki gunung yang pertama adalah mendaki saat tubuh berada di kondisi yang fit. Ini penting! Karena walaupun sakitnya ringan seperti flu dan batuk, lebih baik batalkan saja mendakinya sahabat explorer. Kenapa? Karena biasanya orang yang sedang sakit akan lebih mudah kedinginan meski dalam suhu normal. Udara di gunung yang sangat dingin tentu membuat kondisi tubuh kalian akan semakin turun suhunya sahabat explorer. Tentunya, akan lebih rentan terkena Hipotermia. 

Jadi, jika kalian dalam kondisi tidak fit, pikir ulang deh untuk mendaki gunung! Lebih baik tidak usah sama sekali sahabat explorer, risiko Hipotermia sangat tinggi bagi para pendaki yang kondisi tubuhnya tidak fit. 

2. Bawa Jaket Khusus

Tips agar tidak hipotermia saat mendaki gunung yang selanjutnya adalah membawa jaket khusus. Suhu di gunung sudah jelas sangat dingin apalagi pada malam hari sahabat explorer. Dengan demikian kalian sudah wajib hukumnya untuk membawa jaket. Tentu saya yang dibutuhkan adalah jaket khusus untuk mendaki gunung, bukan jaket biasa seperti jaket motor sahabat explorer. Jaket ini biasanya sudah di desain untuk mengantisipasi cuaca ekstrim yang ada di gunung. 

Selain itu jangan lupa juga untuk bawa perlengkapan lainnya seperti kantung tidur, walaupun sudah tidur di dalam tenda, namun lebih baik jika pakai lagi kantung tidur sahabat explorer. Agar suhu tubuh kalian tetap hangat. Diperhatikan juga ya, tenda dan kantung tersebut juga jangan sampai ada yang berlubang dan sobek, agar cuaca dingin tidak masuk!

3. Bawa Baju Ganti Untuk Tidur

Tips agar tidak hipotermia saat mendaki gunung yang selanjutnya adalah membawa baju ganti untuk tidur. Pakaian yang dikenakan pada saat mendaki gunung memang bagusnya kalau selalu kering, khususnya saat tidur di dalam kemah sahabat explorer

Pada saat berjalan, baju basah memang tidak terlalu berpengaruh karena tubuh selalu bergerak sehingga menghasilkan panas. Namun saat tidur, suhu tersebut perlahan turun secara perlahan sahabat explorer, saat itulah efek baju basah itu baru terasa. Ditambah dengan udara dingin pada malam hari, maka kalian akan semakin kedinginan saja sahabat explorer

Dengan demikian, gantilah pakaian kalian dengan pakaian kering saat mau tidur sahabat explorer. Tindakan tersebut tentunya akan membuat kurang rasa dingin sehingga meminimalisir risiko hipotermia di atas gunung. 

4. Mendaki Di Musim Kemarau

Tips agar tidak hipotermia yang selanjutnya adalah mendaki di musim kemarau sahabat explorer. Suhu udara memang lebih dingin saat musim kemarau tiba disekitar akhir Mei hingga awal Oktober. Namun, kondisi gunung di musim hujan akan jauh lebih dingin dari suhu udara musim kemarau usai diguyur hujan yang tentu lebih sering turun pada saat musim penghujan. Selain udaranya yang lebih dingin, perlengkapan seperti jaket, kantung tidur, tenda juga akan terkena risiko basah atau bolong sahabat explorer. Dengan demikian menjadi tambah dingin saja cuacanya dan meningkatkan risiko Hipotermia. 

Intinya saat musim hujan akan banyak faktor yang akan membuat tubuh kita bisa menjadi kedinginan sahabat explorer. Oleh karena itu, untuk meminimalisir keadaan maka lebih baik kalian mendaki di saat musim kemarau tiba saja sahabat explorer

Pesan Tiket Transportasinya di YoExplore Aja Ya!

Sahabat explorer, itulah beberapa tips agar tidak hipotermia yang bisa YoExplore berikan kepada kalian. Semoga artikel ini bermanfaat dan seperti biasa jangan lupa untuk menceritakan pengalaman unik traveling kalian di kolom komentar atau Guest Post YoExplore. Sampai bertemu lagi di tulisan berikutnya, selamat berlibur dan have a good day, explorer!

 

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar