Gaya Hidup

Beberapa Tokoh Dari Partai Komunis Indonesia

tokoh komunis Indonesia - yoexplore - yoexplore.co.id
image source: merdeka

YOEXPLORE, Liburan Keluarga – Partai Komunis Indonesia atau biasa disebut PKI merupakan sebuah partai politik yang pernah berjaya di Indonesia. Sekarang partai tersebut sudah bubar dan bahkan dilarang ajarannya di Indonesia loh sahabat explorer. Partai ini merupakan sebuah partai non-penguasa terbesar di dunia setelah Rusia dan juga Tiongkok sebelum akhirnya dihancurkan pada tahun 1965 dan dilarang pada tahun berikutnya. Para tokoh komunis Indonesia tersebut kemudian ditangkap dan dipenjara satu persatu sebelum akhirnya diberi hukuman mati. Setelah itu pun, kita juga disuguhkan dengan tontonan film G30SPKI yang kerap kita tonton sewaktu kecil pada setiap tanggal 30 September di sekolah-sekolah. Film ini cukup sadis loh sahabat explorer, dan juga memberikan kesan bahwa PKI adalah partai yang sangat keji dan kejam.

Tokoh Komunis Indonesia

Sejarah tetap sejarah walaupun itu buruk sekalipun. Tidak ada salahnya bagi kita untuk membuka buku sejarah dan mempelajarinya lagi ke belakang. Ada banyak tokoh yang perlu kita ketahui agar kita tidak lupa dengan bagaimana sejarah bangsa sendiri. Dalam pembahasan kali ini kita akan mengulas mengenai beberapa tokoh komunis Indonesia yang mungkin belum kalian ketahui. Tokoh-tokoh ini termasuk orang yang merubah bangsa kita menjadi seperti sekarang ini sahabat explorer. Baiklah kalau begitu, mari langsung kita simak ada siapa saja tokoh-tokoh tersebut!

Baca Juga: 5 Tokoh Pendiri ASEAN

1. Musso

tokoh komunis Indonesia - yoexplore - yoexplore.co.id

image source: merdeka

Tokoh komunis Indonesia yang pertama adalah Musso. Musso atau nama aslinya adalah Munawar Muso merupakan tokoh komunis Indonesia yang memimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1920-an.  Dia memproklamirkan sebuah Pemerintahan Republik Soviet Indonesia pada tanggal 18 September 1948 di kota Madiun. Tujuannya jelas untuk meruntuhkan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya sebagai Negara Komunis. 

Namun dalam waktu yang tidak lebih dari dua minggu, kekuatan bersenjata dari tentara Muso berhasil dihancurkan oleh pasukan TNI yang menyerang dari arah Jawa Timur (yang dipimpin oleh Kol. Sungkono) dan juga dari Jawa Tengah (yang dipimpin oleh Kol. Gatot Subroto). Muso dan para pemimpin PKI di Madiun berhasil melarikan diri.

Pada tanggal 31 Oktober 1948, pasukan TNI yang berada di bawah kepemimpinan Kapten Sumadi memergoki Muso sedang berada di Purworejo. Muso menolak untuk menyerah dan langsung melarikan diri. Dia bersembunyi di sebuah bilik kamar mandi. Di sana dia terlibat baku tembak sampai pada akhirnya tewas.

2. Amir Syarifuddin

tokoh komunis Indonesia - yoexplore - yoexplore.co.id

image source: tirto.id

Tokoh komunis Indonesia yang selanjutnya adalah Amir Syarifuddin. Sesaat Indonesia baru merdeka, Amir Syarifuddin menempati kedudukan yang penting dalam pemerintahan Republik Indonesia. Beliau pernah menjadi Menteri Penerangan, Menteri Pertahanan dan bahkan menjadi Perdana Menteri RI. 

Saat sedang berlangsungnya perjanjian Renville dengan Belanda, Amir bertindak sebagai negosiator utama Republik Indonesia. Hasil Perjanjian Renville ternyata tidak menguntungkan RI, karena Belanda hanya mengakui Yogyakarta, Sumatera dan juga Jawa Tengah. Karena itu Amir banyak dikecam oleh berbagai kalangan dan menyebabkan kabinet Amir jatuh. 

Dia menyertai Muso dalam memproklamirkan Pemerintahan Republik Soviet Indonesia di Madiun tanggal 19 September tahun 1948.  Saat pasukan TNI menyerbu, Amir Syarifuddin, Muso dan juga pimpinan PKI Madiun lainnya melarikan diri. Sebulan kemudian Amir ditangkap TNI di hutan kawasan Purwodadi.

Amir dieksekusi mati bersama dengan para pemberontak lainnya. Sesaat sebelum ditembak, Amir menyanyikan lagu Internationale yang merupakan lagu kebangsaan Komunis. Namun sayangnya sebelum nyanyiannya selesai, peluru telah menyelesaikan diri Amir terlebih dahulu. 

3. DN Aidit

tokoh komunis Indonesia - yoexplore - yoexplore.co.id

image source: boombastis

Tokoh komunis Indonesia yang selanjutnya adalah DN Aidit. Riwayat DN Aidit adalah seorang pemuda yang  berasal dari Belitung yang masuk ke Jakarta pada tahun 1940. Dia belajar teori politik Marxis melalui Perhimpunan Demokratik Sosial Hindia Belanda (yang tidak lama kemudian berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia).

Dia mulai berkenalan dengan orang-orang politik di Indonesia, seperti Adam Malik, Chairul Saleh, Bung Karno, Bung Hatta, dan juga Muhammad Yamin.  Dan Aidit kemudian menjadi anak didik kesayangan Hatta. Namun belakangan mereka berseberangan dikarenakan dari segi ideologi politiknya. 

Singkat cerita, Aidit menjadi buronan dikarenakan dirinya disebut sebagai dalang dari penculikan terhadap jenderal. Peristiwa tersebutlah yang kita kenal dengan nama Gerakan 30 September 65. Tujuannya adalah untuk mengkudeta kepemimpinan pada saat itu, namun karena ada banyaknya kesalahan komunikasi dan informasi, semuanya menjadi gagat total dan pada saat itu TNI yang dipimpin oleh Soeharto langsung memburu DN Aidit. 

Melalui peran intelijen, pada akhirnya DN Aidit berhasil ditangkap aparat militer pada tanggal 22 November 1965 jam 23:00 WIB. DN Aidit ditangkap dari tempat persembunyiannya yang berada di rumah Kasim alias Harjomartono di Kp. Sambeng, Solo. Aidit sebenarnya ingin bertemu dengan Soekarno pada saat ditangkap karena dia telah menulis  banyak dokumen atas pengakuannya terhadap gerakan 30 September. Namun sayangnya, permintaan Aidit tidak pernah dipenuhi. Aidit akhirnya dieksekusi mati dengan senjata AK-47 milik tentara, namun sebelum ditembak Aidit sempat berpidato dengan berapi-api. Sampai saat ini kuburan dari Aidit itu sendiri tidak pernah diketahui sahabat explorer.

4. Nyoto

tokoh komunis Indonesia - yoexplore - yoexplore.co.id

image source: berdikarionline

Tokoh komunis Indonesia yang selanjutnya adalah Njoto atau Nyoto. Njoto yang nama panjangnya adalah Lukman Njoto merupakan Wakil Ketua II Comite Central (CC) PKI. Njoto merupakan orang ketiga saat PKI meraih masa jayanya pada periode 1955 hingga 1965. Njoto juga merupakan tokoh kesayangan Soekarno.  Njoto didampuk menjadi menteri kabinet Dwikora, mewakili PKI. Dia salah satu orang yang dipercaya Soekarno untuk menulis pidato kenegaraan yang nantinya akan dibacakan Bung Karno.

Kematian Njoto juga terbilang simpang siur. Kabarnya pada tanggal 16 Desember 1965, Njoto pada saat itu baru pulang mengikuti sidang kabinet di Istana Negara. Di sekitar daerah Menteng, mobilnya dicegat oleh orang. Njoto dipukuli  kemudian langsung dibawa pergi oleh tentara. Diduga dia langsung ditembak mati sahabat explorer

Sahabat explorer, itulah beberapa tokoh komunis Indonesia yang bisa YoExplore informasikan kepada kalian. Semoga artikel ini bermanfaat dan seperti biasa jangan lupa untuk menceritakan pengalaman unik traveling kalian di kolom komentar atau Guest Post YoExplore. Sampai bertemu lagi di tulisan berikutnya, selamat berlibur dan have a good day, explorer!

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar