Liburan Keluarga

Sunrise di Jabbal Nur

guest post yoexplore - sunrise di jabbal nur 4- yoexplore.co.id

Mendengar kata kota Makkah, pastinya kita akan teringat tentang ritual ibadah umat islam. Ya memang benar, kota Makkah merupakan pusat ibadah umat islam. Selain sebagai tempat menunaikan ibadah umrah dan haji, kota Makkah juga memiliki tempat-tempat bersejarah. Ada Jabbal Nur, Jabbal Tsur, tempat perjanjian hudaibiyah, Jabbal Rahma, Mina dan masih banyak tempat yang lainnya.

Pengalaman Berkunjung ke Jabbal Nur

Selain mempunyai sejarah yang menarik sebagian tempat-tempat tersebut memiliki pemandangan-pemandangan yang indah. Sekarang saya akan membagikan pengalaman saya ketika berkunjung ke Jabbal Nur.

“Jabbal”dalam bahasa arab berarti gunung sedangkan‘’Nur’’artinya cahaya. Saya tidak menganjurkan anda untuk menyebut Gunung Cahaya, cukup sebut Jabbal Nur. Karena jika anda mengunjungi tempat ini, warga setempat atau para supir taksi hanya mengenal dengan sebutan Jabbal Nur.

Jabbal Nur berjarak kurang lebih 7 km dari Masjidil Haram. Perjalanan dapat ditempuh dengan kendaraan umum (taksi) dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit. Sekedar informasi, bagi anda yang menjalankan ibadah umrah, anda pasti akan diajak berziarah ke Jabbal nur namun hanya berhenti di bawah kaki gunungnya saja. Karena tidak semua Jemaah umroh bisa menuju ke sana. Tapi tetap anda bisa request untuk pergi kesana. Idealnya jika anda mengikuti program umroh 12-14 hari anda punya waktu lebih untuk mengunjungi Jabbal Nur dan beristirahat. Karena dibutuhkan stamina yang cukup untuk pergi kesana. Anda hanya perlu membayar taksi pulang pergi (PP) dan tak perlu membayar tiket.

Waktu Yang Tepat Mengunjungi Jabbal Nur

Waktu yang tepat untuk mendaki Jabbal Nur adalah ketika musim dingin. Selain udara yang sejuk dan hawanya tidak panas, pemandangan Jabbal nur sangat indah ketika musim dingin. Saya berangkat mendaki ke Jabbal Nur jam 3.30 dini hari waktu setempat. Tujuan saya mendaki pagi-pagi untuk menghindari keramaian jemaah dan bisa menunaikan shalat shubuh berjamaah di atas. Kita tidak perlu membawa bekal yang banyak untuk mendaki, cukup sediakan 1 atau 2 botol air minum. 1 botol untuk minum dan 1 botol lagi  untuk berwudhu.

Untuk makanan jangan khawatir, di puncak nanti masih ada orang yang berjualan seperti makanan ringan, dan disana juga ada yang berjualan popmie hahaha (sangat cocok dengan lidah kita). Hindari untuk membawa barang berlebihan, cukup bawa ransel kecil atau tas selempang untuk membawa kamera dan tanda pengenal. Karena di puncak anda akan menjumpai kawanan kera. Dan kera disini ganas-ganas, mereka tidak segan-segan merampas barang bawaan anda. Jadi buatlah senyaman mungkin barang bawaan anda dan jangan menaruh barang bawaan nada sembarangan.

Mulailah saya mendaki pada jam 3.30 dini hari waktu setempat, suhu menunjukkan 21 derajat celcius. Untuk di kota Makkah suhu seperti ini sudah dingin biasanya puncaknya bisa mencapai 19 derajat. Untuk track yang dilalui berupa anak tangga, tidak terjal namun disarankan untuk tetap berhati-hati. Pendakian ke puncak memakan waktu kurang lebih 90 menit, jika kita berjalan santai. Bawalah senter untuk membantu anda berjalan, walaupun kita tidak memakai senter pun jalan masih bisa terlihat, hanya saja agar lebih nyaman perjalanan anda dianjurkan memakai senter. Jangan tergesa-gesa untuk mendaki Jabbal Nur. Karena tracknya sedikit curam, akan mengakibatkan lutut dan paha anda pegal. Berjalanlah dengan santai, jika lelah beristirahatlah.

guest post yoexplore - sunrise di jabbal nur 4- yoexplore.co.id

Menikmati Pemandangan Makkah di Malam Hari

Setibanya saya di atas, saya langsung memesan teh hangat sembari menikmati pemandangan malam kota Makkah. Setelah itu saya beristirahat dan menunggu shalat shubuh berjamaah. Dari Jabbal Nur anda bisa melihat pemandangan Masjidil Haram dari depan. Dari sini Masjidil Haram terlihat sangat terang, padahal tempat di sekitarnya terang. Adzan shubuh dari Masjidil Haram bisa terdengar dari sini, ya memang karena jaraknya tidak begitu jauh dari Majidil haram. Setelah shalat shubuh, saya bergegas mengunjungi Gua Hira. Ya mungkin anda telah mengenal tentang Gua Hira. Gua hira adalah tempat Rasulullah SAW menerima wahyu. Ada sejarah unik, ternyata Rasulullah ini sudah sering kali mendaki Jabbal Nur dan berdiam diri di Gua Hira sejak sebelum menjadi nabi. Selesai saya mengunjungi Gua Hira, saya lanjutkan dengan berburu sunrise di Jabbal Nur.

guest post yoexplore - sunrise di jabbal nur 4- yoexplore.co.idMusim dingin di kota Makkah berlangsung mulai November sampai April. Ketika musim dingin Jabbal Nur biasanya diselimuti oleh kabut tipis, sehingga membuat pemandangannya jadi lebih indah. Dan umumnya para Jemaah dari berbagai dunia suka mendaki Jabbal Nur pada musim dingin. Sebagian Jemaah yang suka mendaki Jabbal Nur adalah Jemaah dari Turki, Pakistan, Indonesia dan Malaysia. Ada hal yang menarik dari sini, saya perhatikan ketika mendaki Jabbal Nur saya sering kali melihat jemaah Turki yang sudah tua namun fisik mereka masih kuat untuk mendaki ke atas.

Saya saja merasakan Lelah sekali ketika sampai di puncak, padahal umur saya lebih muda dari pada mereka. Sunrise pun mulai terbit dengan perlahan, sembari  memotret saya pun menyantap sarapan saya seadanya. Yaitu teh hangat dan beberapa makanan ringan. Pemandangan sunrise di Jabbal Nur bisa dikatakan terbaik dari spot-spot lainnya yang berada di kota Makkah. Dengan posisi matahari yang pas dan pemandangan Masjidil Haram dari depan, membuat pemandangan dari Jabbal Nur menjadi indah.

guest post yoexplore - sunrise di jabbal nur 4- yoexplore.co.id

Tips Mendaki Jabbal Nur

Sedikit tips dari saya untuk anda yang menunaikan ibadah umroh dan berkeinginan mendaki Jabbal Nur, disarankan untuk cari paket umrah yang tinggal di kota Makkah lebih dari 4-5 hari. Tujuannya agar anda bisa beristirahat dan memulihkan tenaga untuk kembali ke Indonesia. Anda bisa meminta bantuan tour leader untuk mengantar anda ke Jabbal Nur. Tarif taksi sekali jalan kisaran 15-20 sar per mobil bukan per orang, biasanya anda harus tawar menawar dengan supir taksi. Mintalah untuk diturunkan di bawah kaki gunung, agar lebih aman. Disarankan untuk mendaki di pagi hari, karena suhu di pagi hari tidak sepanas di siang hari. Usahakan sebelum anda berangkat makanlah di hotel tempat anda tinggal, jika ingin membawa bekal bawalah makanan ringan secukupnya.

Untuk mendaki Jabbal Nur bisa juga dilakukan sore hari, namun ketika turun dari puncak biasanya setelah magrib, anda harus berhati-hati ketika turun karena jalan sudah mulai gelap. Jika ada uang lebih sediakan uang 1 real, karena di sana banyak orang meminta sedekah di sepanjang pendakian. Waspada terhadap barang bawaan anda ketika di puncak. Perhatikan cuaca ketika hendak mendaki, biasanya di bulan November sampai desember masih turun hujan dan badai, disarankan untuk tidak mendaki. Bawalah kamera yang ringkas, seperti kamera pocket atau mirrorless agar merungai beban anda ketika mendaki dan praktis untuk digunakan. Usahakan tidak memotret warga sekitar apalagi perempuan, karena karakter orang disini berbeda dengan orang-orang kita.

Sekian pengalaman yang bisa saya bagi mengenai Jabbal Nur, mudah-mudahan bisa membantu anda untuk mendapatkan informasi. Sampai berjumpa kembali di trip selanjutnya, terimakasih.

kunjungi blog saya di : rotiparata.blogspot.com

Tentang penulis

Ferdiyan Ramdhani

Ferdiyan Ramdhani

Penulis Tamu YoExplore.

Tinggalkan komentar