Makanan Dan Minuman

Permen Tradisional Ini Masih Banyak Peminatnya Gak Ya?

permen tradisional Indonesia - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id

YOEXPLORE, Liburan Keluarga – Sahabat explorer, saat aktivitas sedang sibuk-sibuknya, makan permen memang merupakan selingan yang terbaik dan mudah. Bentuknya yang kecil dan bisa dimakan dimana saja kalian berada. Bahkan, banyak orang yang memang sengaja selalu mempersiapkan permen di dalam kantongnya. Selain memang enak saat sedang bersantai atau sedang bengong, permen juga bisa membantu bagi kalian yang ingin berhenti merokok sahabat explorer. Apalagi sekarang sudah ada permen nikotin, yang tentunya bisa dengan mudah membantu kalian berhenti konsumsi rokok. Namun, permen yang kita bahas dalam tulisan kali ini bukan permen nikotin atau permen zaman sekarang nih sahabat explorer. Tepatnya adalah permen tradisional Indonesia yang pernah jaya pada masanya. Sekarang, keberadaannya memang sudah susah dicari sahabat explorer, karena peminatnya sudah mulai berkurang. Padahal, kalau dipikir-pikir permen ini jauh lebih bagus karena menggunakan pengawet alami bukan buatan. 

Permen Tradisional Indonesia

Walaupun tidak menggunakan bahan kimia, namun konsumsi permen ini juga harus dibatasi. Jika tidak kalian bisa mengidap radang tenggorokan atau penyakit lainnya sahabat explorer. Apalagi jika rasa permen tersebut manis, maka tenggorokan dan bibir kita juga sangat rentan dengan sariawan. Imbangi dengan makanan sehat dan juga sayuran agar tidak mudah sakit sahabat explorer. Makan permen ini hanya saat waktu senggang saja dan dalam jumlah yang terbatas. Permen tradisional Indonesia ini memang bentuk dan rasanya unik, jadi sepertinya layak untuk dicoba ya sahabat explorer. Baiklah kalau begitu, mari langsung kita simak saja ulasannya yuk!

Baca Juga: Mungkin Cara Unik Ini Bisa Kalian Coba Untuk Menghilangkan Stress!

1. Rambut Nenek

permen tradisional Indonesia - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id

image source: tribun

Permen tradisional Indonesia yang pertama adalah Rambut Nenek. Rambut nenek adalah camilan yang berbahan dasar gula dan memiliki tampilan cukup unik serta berbeda dari permen lain pada umumnya. Sesuai namanya, sekilas memang tampilan rambut nenek terlihat menyerupai helaian rambut nenek-nenek yang berwarna putih pudar dan sedikit kusut. 

Proses pembuatan Rambut Nenek juga tidak kalah unik. Gula yang telah dilelehkan dan diberi pewarna, akan dilumuri dengan tepung jagung lalu ditarik berulang kali hingga berubah menjadi lembaran-lembaran yang tipis. Disajikan bersama setangkup (seperti burger) kerupuk merah muda bercita rasa manis dan garing, tekstur rambut nenek yang lembut akan langsung lumer saat menyentuh lidah kalian. Wah, ini biasanya paling enak kalau di makan pada sore hari sambil ngopi nih sahabat explorer! Mantap betul deh rasanya!

2. Permen Jahe

permen tradisional Indonesia - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id

image source: winmarket

Permen tradisional Indonesia yang selanjutnya adalah Permen Jahe. Dinamakan permen jahe memang karena permen tradisional ini terbuat dari campuran jahe dan juga gula merah. Selain disajikan sebagai camilan, permen berwarna cokelat tua ini sering juga disantap untuk menghangatkan badan karena rasa jahenya yang cukup kuat sahabat explorer. Bahkan, banyak orang percaya permen ini juga ampuh meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan flu, hingga meningkatkan energi. Mungkin kalau anak zaman sekarang memang akan tidak suka nih dengan permen yang satu ini, karena rasa dari Jahe yang begitu kuat pasti akan membuat mereka kepedesan sahabat explorer. Padahal, kalau udah sekali makan itu rasanya tidak mau berhenti deh!

3. Gulali

permen tradisional Indonesia - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id

image source: wiratech

Permen tradisional Indonesia yang selanjutnya adalah Gulali. Zaman dulu, permen gulali merupakan salah satu jajanan yang selalu diburu oleh anak-anak saat waktu istirahat sekolah telah tiba. Tak hanya rasa legitnya yang menggoda sahabat explorer, permen dari campuran gula pasir dan pewarna makanan ini juga memiliki beragam bentuk yang menggemaskan. Namun, kalau kebanyakan bisa sakit gigi! Jadi jangan terlalu banyak ya!

Mulai dari bentuk bunga, burung, hingga hewan-hewan yang lainnya. Ditambah proses pembuatannya tidak kalah menarik, permen tradisional ini sempat menjadi primadona anak-anak terutama pada era 90-an sahabat explorer. Dijamin bagi kalian yang umurnya 25 tahun ke atas pasti akan kangen deh dengan permen yang satu ini! Semuanya dijamin suka!

4. Teng-teng Kacang

permen tradisional Indonesia - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id

image source: tokopedia

Permen tradisional Indonesia yang selanjutnya adalah teng-teng kacang. Permen yang satu ini juga dikenal pula dengan sebutan lain yaitu enting-enting, permen ini terbuat dari gula Jawa dan gula pasir yang dilelehkan kemudian dicampur dengan kacang tanah yang sudah di cacah. Saat disantap, tekstur teng-teng kacang terasa keras dengan butiran kacang yang membuat rasa permen juga semakin gurih. Selain kacang tanah, ada juga variasi teng-teng lainnya yang dikombinasikan bersama taburan wijen. Rasanya manis-manis dan sedikit lengket saat dikunyah sahabat explorer, tapi permen ini rasanya bikin ketagihan!

Uniknya, hampir semua permen yang kita bahas ini dibuat dengan bahan dasar yang sama, yaitu Gula Jawa! Jadi aman dari bahan pengawet atau bahan-bahan kimia lainnya!

Indonesia Itu Unik!

Sahabat explorer, itulah beberapa permen tradisional Indonesia yang bisa YoExplore rekomendasikan kepada kalian. Semoga ini bisa menjadi pengingat kalian akan masa kecil yang bahagia ya sahabat explorer! Semoga artikel ini bermanfaat, dan seperti biasa jangan lupa untuk menceritakan pengalaman unik traveling kalian di kolom komentar atau Guest Post YoExplore. Sampai bertemu lagi di tulisan berikutnya, selamat berlibur dan have a good day, explorer!

 

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar