Petualangan dan Alam

4 Ancaman Naik Gunung Saat Musim Kemarau! Hati-Hati Ya!

ancaman naik gunung saat musim kemarau - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id
image source: kincir

YOEXPLORE, Liburan Keluarga – Sahabat explorer, mendaki gunung itu memang sangat menyenangkan. Bagi sebagian orang menganggap ini adalah petualangan, bagi sebagian lagi adalah kesenangan semata. Apapun alasannya, jangan pernah remehkan aturan-aturan keselamatan yang ada ya sahabat explorer. Mau bagaimanapun juga, gunung adalah alam bebas, alam liar yang tidak sepenuhnya bisa dikontrol oleh manusia. Dengan demikian saat kita berada di pegunungan, alangkah baiknya memiliki persiapan dan perlengkapan yang lengkap agar tetap bisa dalam keadaan selamat. Banyak orang yang naik gunung saat musim kemarau, memang untuk jalur pendakian akan menjadi lebih aman sahabat explorer. Namun jangan lupakan juga ancaman naik gunung saat musim kemarau. Karena demikian ada beberapa perlengkapan ekstra dan juga kewaspadaan lebih yang harus kalian persiapkan. 

Ancaman Naik Gunung Saat Musim Kemarau

Sebagai antisipasi, kalian harus mempersiapkan beberapa perlengkapan yang disesuaikan dengan berbagai kondisi ancaman naik gunung saat musim kemarau ini. Dengan demikian kalian tetap bisa nyaman mendaki gunung walaupun ada sesuatu yang diluar dugaan terjadi. Memang, saat musim kemarau pendakian jalurnya akan lebih mudah dan saat cuaca cerah, pemandangan yang indah dari puncak gunung juga dapat kalian nikmati sahabat explorer. Namun tidak ada salahnya juga kan mempersiapkan beberapa hal ini agar tetap aman dan mawas. Baiklah kalau begitu, mari langsung kita simak saja yuk ulasannya!

Baca Juga: Bekerja di Luar Negeri? Berikut Adalah Beberapa Program Yang Bisa Kamu Coba

1. Suhu Udara Yang Lebih Dingin

Ancaman naik gunung saat musim kemarau yang pertama adalah kalian akan menghadapi suhu udara yang lebih dingin dibandingkan musim hujan. Hujan juga memang membuat suhu terasa dingin, namun apabila saat sedang kemarau atau cerah, justru cuacanya akan lebih dingin sahabat explorer. Kenapa? Karena tidak adanya uap air yang menahan panas. 

Untuk mendapatkan perlindungan yang lebih, kalian jangan lupa untuk membawa sleeping bag dan juga jaket tambahan untuk tidur sahabat explorer. Sudah jelas pasti kalau malam hari itu akan semakin mencekam saja dinginnya!

Saat fisik kita tidak bergerak alias sedang beristirahat, maka cuaca dingin tersebut akan semakin terasa! Coba saja bandingkan saat kalian di kantor, ac kantor dingin namun jika kalian sibuk mondar mandir pasti tidak terasa dingin. Lain halnya jika kalian hanya duduk di meja dan menatap laptop, pastinya akan terasa lebih dingin sahabat explorer.  Sama halnya dengan digunung, jika kalian tidak memiliki perlengkapan yang memadai, maka kalian tentunya akan mudah terserang hipotermia sahabat explorer

2. Rawan Kebakaran Hutan

Ancaman naik gunung saat musim kemarau yang selanjutnya adalah rawan kebakaran hutan. Tentu saja saat musim kemarau jarang sekali terjadi hujan, dengan demikian membuat kondisi padang ilalang sangat kering dan mudah terbakar sahabat explorer. Kebakaran hutan dan lahan memang bisa diakibatkan oleh alam. Gesekan dari ranting yang kering dapat membuat api yang dapat memicu terjadinya kebakaran. 

Meski begitu, kita sebagai pendaki juga harus turut waspada akan terjadinya kebakaran hutan. Caranya gampang kok, hanya dengan tidak perlu membuat perapian atau api unggun sahabat explorer, itu sudah lebih dari cukup. Bara api yang beterbangan karena hembusan angin tentu saja dapat jatuh di ilalang kering dan mengakibatkan kebakaran. Selain itu, bagi kalian yang merokok, juga jangan membuang puntung rokoknya sembarangan ya sahabat explorer. Sudah jelas, jika puntung rokok masih menyala akan mengakibatkan kebakaran hutan yang besar. 

3. Kehabisan Bekal Air

Ancaman naik gunung saat musim kemarau yang selanjutnya adalah kehabisan bekal air. Saat musim kemarau yang sangat gersang, bukan tidak mungkin sumber mata air di pegunungan juga ikut kering sahabat explorer. Jika sudah begini, tidak ada cara lain selain berhemat atau memang membawa persediaan air yang lebih. Dengan demikian kalian tidak kehausan dan dehidrasi di atas gunung sana. Mencari air di gunung itu susah, dan tentunya bukan pilihan juga bagi kalian untuk turun ke bawah hanya untuk mendapatkan air sahabat explorer, apalagi posisi sudah tanggung untuk mencapai puncak, wah pasti sayang banget. 

4. Iritasi dan Gangguan Pernapasan Karena Debu

Ancaman naik gunung saat musim kemarau adalah mendapatkan iritasi atau gangguan pernapasan karena debu yang beterbangan. Musim kemarau jelas membuat jalur pendakian menjadi kering dan berdebu. Paparan debu yang beterbangan tersebut tentu bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti mata iritasi dan juga gangguan pernapasan karena debu yang terlalu banyak kita hirup secara tidak sengaja. Agar terhindar, maka kalian standby saja kacamata atau obat tetes mata, dan juga masker pelindung untuk pernapasan kalian. Walaupun memang agak sedikit repot, setidaknya pernapasan kalian tidak terganggu. Atau kalian bisa menggunakan syal yang dilipat di bagian muka dan hidung apabila memang tidak membawa masker. 

Tetap Waspada!

Sahabat explorer, itulah beberapa ancaman naik gunung saat musim kemarau yang bisa YoExplore bagikan kepada kalian. Semoga artikel ini bermanfaat dan seperti biasa jangan lupa untuk menceritakan pengalaman unik traveling kalian di kolom komentar atau Guest Post YoExplore. Sampai bertemu lagi di tulisan berikutnya, selamat berlibur dan have a good day, explorer!

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar