Petualangan dan Alam

Perhatikan Tips Mendaki Ini Saat Musim Hujan

tips mendaki gunung saat musim hujan - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id
image source ; chockysihombing

YOEXPLORE, Liburan Keluarga – Mendaki gunung, memang menyenangkan bagi beberapa kalangan. Pada saat film 5 cm muncul, mendadak jumlah pendaki menjadi melonjak jauh. Bahkan, karena film tersebut banyak juga orang yang akhirnya menjadi pendaki gunung, alias ketagihan. Dampak sebuah film yang berhubungan dengan traveling memang bisa memberikan dampak positif bagi sebuah destinasi tersebut. Terlebih lagi orang Indonesia itu memang ‘latah’ dengan hal-hal tersebut, sehingga sekalinya ada destinasi yang happening, langsung mendadak rame deh. Indonesia itu memang berlimpah akan yang namanya Gunung, oleh karena itu tidak heran deh film tersebut sangat laku di kalangan masyarakat Indonesia. Mereka ingin langsung merasakan sensasi naik gunung yang penuh dengan petualangan. Namun, jangan sembarangan naik gunung ya sahabat explorer, usahakan mendaki dengan yang berpengalaman jika kalian baru pertama kali. Apalagi saat cuaca sedang buruk atau musim hujan, ada beberapa tips mendaki gunung saat musim hujan yang wajib kalian perhatikan.

Tips Mendaki Gunung Saat Musim Hujan Tiba

Beberapa tips ini sangat penting loh sahabat explorer, karena yang namanya alam bebas, tidak bisa diprediksi keadaannya. Oleh karena itu, persiapan yang sangat matang ini dibutuhkan. Jangan musim hujan, saat musim kemarau saja kalian juga harus memperhatikan beberapa hal yang penting tersebut, apalagi saat musim hujan. Risikonya tentu akan bertambah besar, sehingga demi keselamatan kalian, maka kalian harus melakukan persiapan yang lebih ekstra lagi. Dalam artikel kali ini, YoExplore akan memberikan kalian tips mendaki gunung saat musim hujan. Hal ini menjadi penting dikarenakan cuaca yang tidak menentu di Indonesia, seharusnya sudah masuk musim kemarau, namun tau-tau hujan, jadi repot kan. Penasaran ada apa saja tipsnya? Langsung simak aja ulasannya ya!

Baca Juga : Selain Enak, Minuman Ini Juga Menghangatkan Tubuh Loh!

 

1. Mendaki Ketika Cuaca Sedang Membaik

 

Tips mendaki gunung saat musim hujan yang pertama adalah mendaki ketika cuaca sedang baik. Kalian bisa bersantai dulu di pos paling bawah atau pintu masuk sebelum benar-benar mulai mendaki. Jika cuaca memang hujan, berangin atau kabut sedang turun, lebih baik kalian menahan diri saja deh, jangan dipaksain. Kemungkinan hujan seharian atau angin seharian juga kan kecil, jadi lebih baik bersabar saja ya sahabat explorer.

Memulai pendakian saat cuaca sedang buruk juga berpengaruh terhadap kondisi fisik kalian, baru sampai pos 2 bisa jadi kalian sudah terlalu capek atau sakit. Dengan demikian, untuk mencapai puncak juga bisa jadinya lama nih sahabat explorer, karena hambatannya jadi lebih banyak.

Selain itu, cuaca yang tidak stabil tersebut bisa menimbulkan risiko lain yang tidak diprediksi, misalnya longsor atau pohon jatuh, kan sangat berbahaya! Lebih baik ditahan dulu ya sampai cuacanya membaik.

2. Pilih Gunung Yang Mudah Didaki

Jika kalian memang pendaki gunung sejati, mungkin akan terasa ‘gatal’ jika dalam waktu lama tidak mendaki. Namun, mengingat kondisi yang sedang musim hujan tersebut, kalian harus sedikit mengendurkan niat kalian. Semuanya demi keselamatan pribadi kalian kok, jadi jangan dipaksain.

Tips mendaki gunung saat musim hujan yang ini adalah memilih gunung yang mudah didaki, atau dalam kata lain yang medannya tidak terlalu terjal. Intinya kan yang penting naik gunung nih sahabat explorer, jadi sebisa mungkin kalian pilih gunung yang jalurnya santai. Kemungkinan risiko yang tidak diinginkan tersebut akan lebih kecil jadinya.

Karena, jika kalian mendaki gunung yang medannya sulit, maka saat turun hujan tentu akan menjadi lebih sulit lagi nih sahabat explorer. Lalu cari juga gunung yang jarak tempuh ke puncaknya singkat, sehingga jika terjadi sesuatu, kalian bisa langsung turun dengan waktu yang cepat juga.

3. Usahakan Tidak Berkemah

Tips mendaki gunung saat musim hujan yang selanjutnya adalah sebisa mungkin tidak berkemah. Memang berkemah bisa sedikit mengantisipasi dari cuaca buruk, namun tetap saja berbahaya. Jika hujan sedang sangat lebat, tak jarang air tetap dapat menembus lapisan tenda yang tentunya akan membuat kalian sangat tidak nyaman.

Angin yang berhembus kencang juga bisa masuk ke dalam tenda dan tentunya menaikkan risiko hipotermia. Oleh karena itu, sebisa mungkin dalam waktu pendakian itu sehari selesai ya sahabat explorer, setelah sampai puncak dan menikmati pemandangan, kalian bisa langsung turun lagi.

4. Menghindari Pendakian Malam Hari

Nah, tips mendaki gunung saat musim hujan yang selanjutnya adalah menghindari pendakian malam hari. Sahabat explorer, tips yang satu ini sangat penting, atau bahkan bisa dibilang paling penting dari semuanya. Jika kalian bisa berangkat pagi dan pulang sore, maka itu adalah pilihan yang paling tepat untuk mendaki. Hindari sebisa mungkin untuk mendaki pada malam hari, untuk meminimalisir risiko tersesat.

Saat hujan sedang lebat, mungkin kalian sudah mempersiapkan jas hujan dan langsung memakainya, namun jarak pandang tidak bisa diakali. Jarak pandang yang semakin pendek tentu membuat risiko tersesat semakin tinggi. Biasanya, kabut yang turun juga membuat jarak pandang menjadi lebih pendek, sama juga nih risiko tersesat semakin tinggi. Oleh karena itu, sebisa mungkin kalian menghindari pendakian di malam hari ya. Kalau memang telat sampai ke lokasi pendakian, mending dibatalkan atau nginep dulu sehari di bawah ya sahabat explorer!

Selalu Persiapkan Fisik Sebelum Mendaki

Sahabat explorer, itulah beberapa tips mendaki gunung saat musim hujan yang dapat YoExplore berikan. Semoga tips ini bermanfaat bagi kalian para pendaki, dan jangan lupa juga untuk well prepare disegala kondisi ya sahabat explorer.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa juga untuk membagikan cerita kalian di kolom komentar atau Guest Post YoExplore ya! Selamat berlibur dan have a good day, explorer!

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar