Ruang Imajinasi

Akankah Menyerah?

Akankah Menyerah - YOEXPLORE.co.id

Halo, apa kabar? Terima kasih sudah mampir untuk membaca puisi ‘Akankah Menyerah’ ini. Saya berharap hidupmu indah hari ini meskipun hari berjalan tidak seperti yang kamu harapkan. Saya sangat suka menulis puisi sejak saya SMP, mungkin ini karena saya mewarisi kebiasaan kakek saya yang adalah penulis puisi. Saya yakin kalau kamu menyukai puisi saya, kamupun juga akan menyukai puisi kakek saya. Saya selalu takjub dengan orang yang pandai merangkai kata, karena saya adalah tipe orang yang mudah tersentuh lewat kata-kata indah. Asalkan tidak mudah baper, tidak masalah kan? Hehehe.

Saya menulis puisi ‘Akankah Menyerah’ ini di malam hari sebelum tidur. Memang biasanya inspirasi saya datang saat saya akan tidur dan mata sudah tinggal 5 watt saja. Ngantuk memang dan kadang sangat mengganggu. Yah, karena otak saya tidak akan membiarkan saya tidur nyenyak kalau belum menuangkan inspirasi itu dalam bentuk kata-kata puisi. Tapi, karena sudah sangat terbiasa dengan otak saya yang suka semaunya, saya jadi menikmati aktivitas ini hampir tiap malam. Sampai-sampai teman kamar saya akan bertanya “Mil, kamu ngga nulis puisi lagi?” karena dia sudah tau kebiasaan saya ini. Hehehe. 

Semua puisi saya pasti terinspirasi oleh kehidupan saya sendiri. Patah hati, marah, sedih, jengkel, kecewa, dan semua ekspresi hati saya lainnya. Begitu juga dengan puisi ‘Akankah Menyerah’ ini. Saya merasa masa-masa kuliah ini sangat sulit dan sudah hampir menyerah. Badan mau menyerah, tapi hati tidak akan membiarkan. Setiap orang pasti mengalami masalah dan mungkin saja kamu berencana untuk menyerah. Tapi ingat kamu belum boleh menyerah. Saat kamu berbalik nanti, kamu akan melihat bahwa ternyata kamu sudah berhasil melewati masalahmu. Yeah, you actually can do it 🙂

Akankah Menyerah

Sepucuk harapan dikaitkan
Berharap tidak terlalu lelah menggapainya
Berangan pasti akan terkejar

Saat mata terbuka lebih lebar
Mungkin bersiap melewatinya
Tetapi hari punya misteri
Begitu juga Dia yang merahasiakan hari depan

Bukannya tidak bernyali
Atau terlalu takut berusaha
Tetapi tersadar usahaku belum berbayar
Sayup terdengar suara:
Apakah akan menyerah?

Dunia tidak kecewa akan kegagalan
Malah tertawa mungkin
“Satu orang lagi gagal”
“Tidak kuat”
“Lemah”
“Kurang beruntung”

Aku bukan mau pamer
Apalagi mau menantang
Sama sekali bukan!
Aku hanya mau berjuang
Bukan untuk menyenangkan siapa-siapa
Hanya untuk diriku
Hanya untuk menjawab bisikan itu
“Belum waktunya untuk menyerah”

Tentang penulis

Emily Emanuela

Emily Emanuela

Hi, Sahabat explorer! Saya adalah kontributor untuk konten di Majalah YoExplore. Saya suka banget menulis, termasuk menulis puisi. Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan di President University pada jurusan Public Relation. Saya berharap Sahabat explorer bakal menyukai tulisan saya. :)

Tinggalkan komentar

3 Komentar