Ruang Imajinasi

Pernah Nonton Drama Ini di Taman Wisata Candi Prambanan?

cerita sendratari ramayana - yoexplore, liburan keluarga - yoexplore.co.id
image source : indonesiakaya

YOEXPLORE, Liburan Keluarga – Sahabat explorer, sepertinya kalau kita berlibur ke Yogyakarta, rasanya tidak asik kalau tidak mengunjungi dua candi fenomenal yang sudah mendunia ini yaitu, Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Letaknya masih dalam wilayah DIY, tepatnya di Magelang sahabat explorer, hanya sekitar 1-2 jam dari Yogyakarta. Keindahan dari arsitektur candi ini memang sangat membuat kita takjub. Bayangkan saja, candi yang dibuat ribuan tahun lalu dengan alat dan juga teknologi yang seadanya, namun bisa menghasilkan sebuah bangunan yang sangat presisi dan cantik. Siapapun yang berkunjung, pasti akan memuji keindahan dari kedua candi tersebut. YoExplore menyarankan nih, kalau kalian ingin tahu waktu yang tepat untuk mengunjungi kedua candi ini adalah, pagi hari saat matahari terbit di Candi Borobudur, dan untuk matahari terbenam di Candi Prambanan. Dijamin keren! Udah gitu, biasanya di Candi Prambanan, diadakan drama cerita Sendratari Ramayana. Udah pernah dengar sebelumnya sahabat explorer?

Cerita Sendratari Ramayana

Kegiatan ini biasa dilakukan pada malam hari sahabat explorer, dengan latar belakang Candi Prambanan yang sangat cantik dengan disorot oleh lampu warna-warni. Kisah cinta Rama dan Shinta merupakan alur utama dari cerita Sendratari Ramayana ini sahabat explorer. Kedua nama itu sudah tentu tidak asing lagi ditelinga kita. Sebuah kisah cinta klasik yang sangat bagus, dipentaskan sebagai salah satu pertunjukan budaya di kompleks Candi Prambanan. Sebenarnya banyak versi dari cerita Rama dan Shinta ini, namun untuk Sendratari Ramayana ini, kisahnya berpedoman pada versi Serat Rama hasil gubahan RNg Yasadipura I, yang merupakan seorang pujangga dari Keraton Kasunanan Surakarta. Versi yang satu ini memang sangat populer di wilayah Jawa Tengah dan juga DIY.

Baca Juga : Malaikat Penolong Di Liburan ke Turki

Alur Kisah

Cerita Sendratari Ramayana ini dimulai dari ada seorang putri cantik jelita dari negeri Mantili yang bernama Shinta, putri dari Prabu Janaka. Sang prabu mengadakan sebuah sayembara untuk mencarikan jodoh bagi puteri kesayangannya tersebut. Seorang putera mahkota dari Ayodya yang bernama Rama Wijaya akhirnya memenangkan sayembara dan berhak mempersunting Dewi Shinta.

Seseorang dari Kerajaan Alengka yang bernama Rahwana, juga memiliki niatan untuk mempersunting Shinta agar menjadi permaisurinya. Oleh karena itu, ketika Rama, Shinta dan adiknya Laksamana dalam perjalanannya yang telah memasuki hutan Dandaka, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Rahwana. Dia memiliki niat untuk merebut Shinta dari tangan Rama dengan mengatur berbagai siasat. Dia memerintahkan seorang raksasa bawahannya yang bernama Marica untuk menyamar menjadi Kijang Kencana yang sangat lincah dan cantik. Siasatnya berjalan sangat mulus! Shinta sangat tertarik dengan kelincahan dan kecantikan dari Kijang Kencana tersebut. Kemudian, Shinta meminta Rama untuk menangkap kijang tersebut. Rama dengan sigap mengejar kijang tersebut, kemudian keselamatan Shinta ada ditangan Laksamana (sang adik).

Ternyata kijang ini sangat lincah, dan bahkan menggoda Rama dengan tidak jauh-jauh dari Rama (posisinya yang dimaksud). Lama kelamaan, Rama menjadi kesal dan akhirnya dipanah lah kijang tersebut. Panah tersebut berhasil mengenai Kijang, lalu sang kijang berteriak dengan keras dan berubah wujud menjadi wujud aslinya yaitu Marica. Teriakan tersebut terdengar oleh Shinta, dan dia langsung menyuruh Laksamana berlari menuju arah teriakan tersebut dikarenakan ia mengira teriakan tersebut adalah teriakan Rama.

Siasat Rahwana

Awalnya Laksamana tidak mau, karena  ia merasa tanggung jawab keselamatan Shinta ada ditangannya. Namun karena Shinta bersikeras, maka akhirnya Laksamana berjalan menuju arah teriakan tersebut. Namun, sebelum pergi Laksamana membuat sebuah garis perlindungan di sekeliling Shinta agar tidak ada yang bisa menembus garis tersebut.

Mengetahui bahwa Shinta sedang sendirian tanpa adanya penjagaan, Rahwana coba beraksi untuk menculik Shinta. Namun ia tidak bisa menembus garis rajah sakti yang dibuat oleh Laksamana. Bukan Rahwana namanya kalau tidak memiliki akal jahat lainnya. Kemudian ia menyamar menjadi seorang kakek tua yang terlihat sangat lemah dan pantas untuk dikasihani. Melihat orang tua yang menyedihkan ini, terketuk lah hati Shinta untuk menghampiri, tanpa disadari Shinta telah keluar dari garis rajah sakti tersebut. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, orang tua tersebut berubah wujud kembali menjadi Rahwana dan langsung segera menyambar Shinta dan membawa pulang ke negeri Alengka Diraja.

Berita Penculikan Diketahui Sang Ayah

Singkat cerita, penculikan tersebut beritanya telah menyebar luas. Dalam perjalanan Rahwana menuju Alengka Diraja, ia sempat dihadang oleh Jatayu yaitu sebuah burung besar sahabat Janaka ayah dari Shinta. Jatayu mencoba untuk menyelamatkan Shinta, maka terjadilah perang di antara keduanya. Namun, dengan mudah Rahwana dapat mengalahkan Jatayu. Dalam keadaan terluka berat, burung Garuda ini mencoba untuk mencari Rama dan memberitahukan tentang berita penculikan ini. Setelah berhasil menemukan Rama, ia menceritakannya dan kemudian meninggal sebagai pahlawan kebenaran.

Lanjut Minggu Depan Ya!

Sahabat explorer, itulah episode 1 dari cerita Sendratari Ramayana ini. Bagaimana? Seru kan? Ini baru bagian awalnya saja loh. Akan kami lanjutkan di episode minggu depan ya sahabat explorer.

Semoga cerita Sendratari Ramayana ini bermanfaat dan dapat mengisi waktu luang kalian di hari libur ini ya! Dan seperti biasa jangan lupa untuk menceritakan pengalaman unik kalian selama traveling di kolom komentar atau Guest Post YoExplore ya. Sampai bertemu di episode berikutnya, selamat berlibur dan have a good day, explorer!

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar