Bali Wisata Dan Belajar

Belajar Menulis Huruf Braille di Dria Raba

YOEXPLORE.co.id - sekolah tuna netra
image source : yoexplore

Bali, YOEXPLORE.co.id – Sahabat explorer, manusia dilahirkan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apapun itu, kita harus menerimanya dengan berlapang dada. Sebagai makhluk sosial, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk saling membantu dan memberikan dukungan terhadap sesama. Terlebih lagi bagi mereka yang memiliki kekurangan,  sudah sepantasnya kita membantu baik dari segi moral, dukungan, dan lain-lainnya. Tuna Netra, merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut orang dengan kecacatan pada indera mata. Cacat mata ini bisa saja buta total, atau kondisi tertentu yang disebut dengan Low Vision. Secara fisik, perilaku, mental, dan intelektual tidak ada perbedaan antara anak tuna netra dengan anak normal. Tetapi, pada umumnya, anak tunanetra memiliki hambatan pada kepribadian seperti mudah curiga, mudah tersinggung, dan merasa ketergantungan terhadap orang lain. Oleh karena itu, adanya sekolah tuna netra sangat membantu mereka yang memiliki kecacatan mata tersebut.

Sekolah Tuna Netra Ini Sudah Berdiri Sejak Lama

Dikarenakan dengan situasi tersebut, maka untuk mengembangkan kondisi sosial bagi anak tuna netra, mereka biasanya memasuki sekolah tuna netra yang biasa disebut SLB-A. Untuk meningkatkannya secara sosial, di Denpasar, Bali, terdapat sebuah yayasan yang bernama Yayasan Dria Raba, yang mengkhususkan pendidikan sosial bagi anak-anak tuna netra. Yayasan Dria Raba berdiri sejak 6 September 1957 oleh Bapak Ida Bagus Manthara, Ida Ayu Putru Surayin dan Bapak I Ketut Mandra. Yayasan Dria Raba, merupakan organisasi sosial yang awalnya untuk meningkatkan kemajuan di bidang Sekolah Luar Biasa Negeri Bag.A Tuna Netra, dan Panti Guna Dria – Raba.

Baca Juga : Studi Arkeologi Di Bogor & Bandung

Sekolah Tuna Netra ini, menerima beberapa anak di asramanya. Mereka menyediakan beberapa fasilitas seperti kamar gratis, kegiatan pelatihan dan bakat untuk anak-anak secara gratis di asrama mereka. Bagi sahabat explorer yang sedang di Bali, bisa banget nih untuk coba datang ke sini, berkenalan dan bersosialisasi dengan mereka. Nanti disana, kalian akan bertemu dengan ketua yayasan. Beliau akan mempresentasikan sekilas mengenai apa itu Dria Raba, latar belakang, visi-misi, dan lain-lainnya, sebelum kalian melakukan kegiatan bersama anak-anak Dria Raba. Setelah itu, kalian bisa menikmati pertunjukkan musik yang dimainkan oleh anak-anak Dria Raba. Mereka semua pandai bermain musik loh sahabat explorer, karena latihan yang intensif, mereka telah berhasil memenangkan kejuaraan nasional dan tampil di beberapa acara.

Bagi kalian yang mahir bermain musik, jangan sungkan untuk bermain bersama mereka. Kalian juga bisa mengajarkan mereka skill musik yang kalian punya. Dria Raba memiliki studio musik mini yang tentu dapat kalian gunakan untuk mengajarkan teknik bermusik kepada mereka. Pastinya ini akan menjadi pengalaman yang berbeda loh sahabat explorer, dijamin pasti seru banget deh!

Belajar Menulis Sistem Penulisan Braille

Selain bermain musik, ada juga hal lain yang bisa kalian lakukan nih sahabat explorer. Yaitu belajar menulis Braille. Sebelumnya, kalian harus tahu dulu apa itu Braille. Braille adalah sebuah sistem tulisan sentuh yang digunakan oleh orang Tuna Netra. Sistem ini diciptakan oleh orang Perancis yang bernama Louis Braille yang awalnya membuat sistem penulisan ini untuk tentara, agar para tentara tetap bisa membaca tulisan di saat gelap. Pada akhirnya, sistem penulisan ini juga berfungsi bagi mereka yang tuna netra. Sekolah tuna netra di Bali ini, menyediakan pelatihan kepada kalian yang ingin mencoba belajar menulis Braille. Dengan alat khusus, kalian akan menulis huruf Braille ini di selembar kertas.

Anak-anak di Dria Raba juga sangat mahir dalam menggunakan teknologi, seperti smartphone dan laptop yang memiliki program khusus di atasnya. Jadi sahabat explorer, kalian pasti akan terkagum dengan prestasi anak-anak di Dria Raba deh!

Selain itu, kalian juga bisa ‘merasakan’ menjadi tuna netra. Kalian akan bermain game dengan anak-anak Dria Raba. Selama permainan, mereka akan menutup mata kalian, dan kalian akan mencoba berjalan atau mengambil menipis seperti yang diarahkan. Permainan ini sangat menyenangkan, dan tentu akan memberi kesan kepada kalian bagaimana sulitnya orang dengan gangguan penglihatan untuk menjalani kehidupan mereka sehari-hari.

Pengalaman Yang Tak Terlupakkan

Nah sahabat explorer, kira-kira seperti itulah kegiatan yang bisa kalian lakukan di sekolah tuna netra Yayasan Dria Raba, Denpasar, Bali ini. Tentu ini akan menjadi pengalaman yang tidak akan kalian lupakan, sahabat explorer. Jadi, buat kalian yang tertarik, langsung aja kunjungi Yayasan Dria Raba ini!

Tentang penulis

Romzi Shamlan

Romzi Shamlan

Saya adalah Digital Content Creator untuk majalah YOEXPLORE dan akun YOEXPLORE di YouTube dengan pengalaman dalam blogging di bidang musik, membuat konten kreatif di bidang musik, radio, dan film.

Tinggalkan komentar